Kalau orang-orang ditanya novel karangan Tere Liye yang pertama kali dibaca, pasti ‘Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin’ adalah jawabannya. Tapi tidak buat saya. Kisah berlatar belakang kekeluargaan tentang orang tua dan anak yang juga mengandung genre fantasi berjudul ‘Ayahku bukan Pembohong’ menjadi novel pertama dan paling berkesan buat saya dari seorang penulis novel berdarah Sumatera ini. Sosok Tere Liye mungkin sudah terdengar familiar dikalangan para penggemar buku di Indonesia. Kita bisa mengenal lebih dalam mengenai sang penulis melalui sesi Question and Answer bersama Tere Liye dalam Meet and Greet bulan Juli silam. Seseorang yang bukan berasal dari lingkungan sastrawan/penulis terkenal, melainkan berkerja sebagai seorang akuntan ternyata punya segudang ilmu dan kisah hidup yang bisa dibagikan kepada seluruh penggemar membaca. Di artikel bagian ke 2 ini akan dibahas secara lengkap dan asyik. Berikut ulasannya. Q = kenapa namanya Te...