Skip to main content

Posts

Menuntaskan Jelajah Kota Semarang yang Tertunda

     Sebuah kesempatan bagi saya saat mulanya berniat mengunjungi keluarga jauh yang ada di Kota yang terkenal dengan lumpia sebagai makanan khasnya, akhirnya dapat terealisasi di musim lebaran tahun 2017. Berawal dari kunjungan saya untuk melaksanakan magang Industri di salah satu pabrik gula di Jawa Timur membulatkan tekat saya untuk 'mampir' sekaligus menuntaskan jalan-jalan saya yang tertunda. Travel ling ini adalah kali kedua sejak terakhir kali saya menginjakkan kaki di Samarang saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama tahun 2009. Bukan travel namanya jika tidak mengunjungi tempat-tempat yang menjadi ikon Kota Semarang saat ini. Jika tahun 2009 lalu saya telah mengunjungi beberapa tempat wisata di Semarang seperti Kota Tua, Kelenteng Sam Po Kong, Tugu Muda, Masjid Agung Jawa Tengah, maka tahun ini saya berencana untuk melanjutkan perjalanan saya ke tempat wisata yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Stasiun Bojonegoro (Dokumen Pribadi) ...

ViaNuraga, Sebuah Nama Banyak Cerita

Postingan ini saya dedikasikan untuk diri saya pribadi dan seluruh pembaca, baik yang menggunakan nama pena maupun nama sesungguhnya di dunia maya.  'Karena setiap nama pasti punya makna' - vianuraga.     Awalnya saya iseng saja menulis seputar nama pena karena niatnya sih wanna be myself . Tapi bukan berarti kalau punya nama pena itu 'bukan kamu banget' ya. Itu semua balik di pribadi masing-masing. Nama pena itu artinya nama samaran. yah, kalau dulu zaman saya SD nama pena digunakan untuk saling bertukar kabar lewat surat melalui majalah anak-anak. Mungkin kalian lebih familiar kalau dengar nama pena di Novel karena memang sampai saat ini, nama pena banyak digunakan oleh seorang penulis. Fungsinya agar para pembacanya tidak mengetahui identitas asli penulis idola mereka.  Lantas, hubungannya dengan nama ViaNuraga apa?        Sejak 2009 saya sudah menggunakan nama belakang idola saya dulu zaman SMP, yaitu 'Nuraga' da...

Menjadi Perempuan Indonesia yang Mampu Bersaing dan Berprestasi

Di era globalisasi, hampir segala sesuatunya berpangku tangan pada tenaga pria. Namun beda halnya dengan pola edukasi dan dunia keteknikan di Indonesia. Tak hanya pria, perempuan sebagai sosok yang selama ini dianggap kurang bisa berkompetisi dalam pendidikan dan dunia kerja bidang keteknikan justru tidak boleh dipandang sebelah mata. Maraknya sosok mahasiswa berprestasi dari kaum perempuan serta terdapat sosok perempuan yang bekerja bidang Teknik menjadi beberapa contoh perempuan yang mampu berkompetisi dan memiliki peran penting sesuai dengan bidang keahliannya. Saya pribadi sebagai mahasiswa yang juga sedang menempuh pendidikan bidang Keteknikan menjadikan contoh dan bukti bahwa masih tingginya minat perempuan untuk dapat turut serta bersaing dalam mengenyam pendidikan serta mempersiapkan diri dalam bekerja di bidang teknik. Saya beserta rekan yang saat ini sedang menempuh pendidikan vokasi bidang teknik dan menjalani program magang di salah satu industri merasakan suatu keba...

7 Cara Pilih Tempat Magang yang 'klik' versi Mahasiswa Teknik Kimia

Lokasi: AKAMIGAS- Puslitbang Cepu Setelah kurang lebih satu semester vakum di dunia tulis menulis karena bingung cari topik yang sesuai buat kalian semua. Bisa dibilang tema kali ini bakalan lebih menjurus buat kalian yang ada di teknik kimia. Jujur saja kalo saya dulu juga sempat merasakan hal yang sama seperti kalian apalagi pada saat ditanya "ntar mau magang di mana buat semester depan? Sudah ada pegangan belum?" Atau mungkin "magang nya anak tekkim itu bagusnya dimana sih? Susah gak?" Nah, kali ini saya akan share tentang persiapan nyari tempat magang dan bagaimana pertimbangan buat masuk ke industri yang kalian inginkan. Ready? Let's begin!         1. Prioritas/Goal dalam melaksanakan Magang Ini hal mendasar sebelum kamu menghadapi magang. Untuk mahasiswa seperti saya yang menempuh pendidikan Strata 1 Terapan di institusi berbasis vokasi (Politeknik), sudah menjadi rahasia umum jika 70% nilai di semester 6 sepenuhnya...

Tere Liye: Masih Banyak Orang Penasaran, Saya itu Cowok atau Cewek (bagian 2 - habis)

Kalau orang-orang ditanya novel karangan Tere Liye yang pertama kali dibaca, pasti ‘Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin’ adalah jawabannya. Tapi tidak buat saya. Kisah berlatar belakang kekeluargaan tentang orang tua dan anak yang juga mengandung genre fantasi berjudul ‘Ayahku bukan Pembohong’ menjadi novel pertama dan paling berkesan buat saya dari seorang penulis novel berdarah Sumatera ini.   Sosok Tere Liye mungkin sudah terdengar familiar dikalangan para penggemar buku di Indonesia. Kita bisa mengenal lebih dalam mengenai sang penulis melalui sesi Question and Answer bersama Tere Liye dalam Meet and Greet bulan Juli silam. Seseorang yang bukan berasal dari lingkungan sastrawan/penulis terkenal, melainkan berkerja sebagai seorang akuntan ternyata punya segudang ilmu dan kisah hidup yang bisa dibagikan kepada seluruh penggemar membaca. Di artikel bagian ke 2 ini akan dibahas secara lengkap dan asyik. Berikut ulasannya. Q =  kenapa namanya Te...